TERMODINAMIKA's WORLD

Blog ini dibangun untuk memenuhi salah satu proyek matakuliah Termodinamika dengan Dosen Pengampu Bapak Apit Fathurohman, S. Pd., M. Si (WAJIB)

Kamis, 02 April 2015

Pemuaian

Pemuaian panas adalah perubahan suatu benda yang bisa menjadi bertambah panjanglebarluas, atau berubah volumenya karena terkena panas (kalor). Singkatnya, pemuaian panas adalah perubahan benda yang terjadi karena panas. 
Pemuaian tiap-tiap benda akan berbeda, tergantung pada suhu di sekitar dan koefisien muai atau daya muai dari benda tersebut. Perubahan panjang akibat panas ini, sebagai contoh, akan mengikuti:
Hasil gambar untuk Pemuaian
contoh peristiwa pemuaian
Pemuaian panjang
adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.
\frac{}{} L_{t} = L_{0} (1+\alpha * \Delta t)
di mana
\frac{}{}L_{t}  adalah panjang pada suhu t,
\frac{}{}L_{0}  adalah panjang pada suhu awal,
\frac{}{}\alpha  adalah koefisien muai panjang / kofisien muai linier, dan
\frac{}{} \Delta t adalah besarnya perubahan suhu.
Pemuaian luas
adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan tipis.
Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Suatu benda akan mengalami muai panjang apabila benda itu hanya memiliki (dominan dengan) ukuran panjangnya saja. Muai luas terjadi pada benda apabila benda itu memiliki ukuran panjang & lebar, sedangkan muai volum terjadi apabila benda itu memiliki ukuran panjang, lebar, & tinggi.
\frac{}{} A_{t} = A_{0} (1 + \beta * \Delta t)
di mana
\frac{}{}A_{t}  adalah luas (Area) pada suhu t,
\frac{}{}A_{0}  adalah luas pada suhu awal,
\frac{}{}\beta  ( 2 kali \frac{}{} \alpha ) adalah koefisien muai luas, dan
\frac{}{} \Delta t adalah besarnya perubahan suhu.
Pemuaian volume
adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama dengan 1/273
Dan untuk perubahan volum:
\frac{}{} V_{t} = V_{0} (1 + \gamma * \Delta t)
di mana
\frac{}{}V_{t}  adalah V(olum) pada suhu t,
\frac{}{}V_{0}  adalah volum pada suhu awal,
\frac{}{}\gamma  ( 3 kali \frac{}{} \alpha ) adalah koefisien muai volum, dan
\frac{}{} \Delta t adalah besarnya perubahan suhu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar